 |
| Artificial Intelligence |
Kemajuan teknologi di era digital saat ini telah menjadi bagian penting dalam kehidupan manusia. Mulai dari teknologi di bidang teknologi informasi hingga di bidang transportasi dan berkembangnya kecerdasan buatan (Al), yang sangat membantu aktivitas manusia sehari — hari. Salah satu berkembangnya kecerdasan manusia atau Artificial Intelligence (Al) ini adalah Chat GPT.
Chat GPT memiliki cara kerja dengan menggunakan format percakapan dengan bot. Yang akan membantu penggunanya untuk mencari berbagai informasi yang dikirim penggunanya dengan kata kunci. Dengan mengetikkan pertanyaan atau masalah, Chat GPT dapat memberikan jawaban dengan cepat dan akurat sesuai dengan gaya bahasa manusia. Tentunya hal ini sangat membantu, terutama dikalangan Mahasiswa. Popularitas ChatGPT yang terus meroket membuatnya semakin banyak diakses oleh berbagai kalangan, salah satunya adalah kalangan mahasiswa.
Tak jarang ditemukan di era sekarang ini, semakin banyak mahasiswa yang menggunakan ChatGPT dalam proses pengerjaan tugas kuliah. Hal tersebut terjadi tentu bukan tanpa sebab, AI seperti ChatGPT sendiri mempunyai banyak fungsi yang dapat membantu penyelesaian tugas-tugas kuliah mahasiswa, seperti merangkum isi artikel jurnal, membuat struktur esai maupun artikel ilmiah, bahkan sampai membuat isi dari slide presentasi.Namun, penggunaan AI seperti ChatGPT dalam pengerjaan tugas kuliah mahasiwa mengundang banyak pro dan kontra. Demikian adanya dampak positif dan negatif dalam menggunakan chatgpt dikalangan mahasiswa.
Manfaat Chat GPT Untuk Mahasiswa:
- bisa membantu mahasiswa dalam mengerjakan tugas-tugas yang kompleks, seperti membantu dalam proses penulisan jurnal atau essay. Chat GPT bisa memberikan informasi yang dibutuhkan, memberikan saran penggunaan bahasa, struktur dan gaya penulisan dengan akurat dan cepat,
- Chat GPT bisa membantu mahasiswa menghasilkan ide ide baru yang nantinya dikembangkan lebih lanjut oleh mahasiswa, yang tentunya bisa memangkas waktu dalam pengerjaan tugas mahasiswa yang sedang dikejar deadline. Namun perlu sahabat perhatikan kredibilitas sumber jawaban dari Chat baru
- Informasi yang telah disampaikan oleh AI ini dapat menambah kosakata baru.
Dampak Negatif Ketergantungan
Penggunaan Chat GPT bagi Mahasiswa:
1. Menimbulkan Kecurangan
Jika tidak bijak dalam penggunaan ChatGPT dapat membuat mahasiswa dengan mudah menyalin dan menempelkan (copas) jawaban yang dihasilkan oleh Chat GPT ke dalam tugas-tugas mereka. Ini tentunya bisa menimbulkan ketidak jujuran dalam mengerjakan tugas dan plagiarisme, yang bisa berdampak pada karakter dan nilai akhir mahasiswa. Plagiarisme merupakan pelanggaran hukum dan etika media cyber. Yang dimana setiap tulisan dan penggalan kalimat dapat dipertanggungjawabkan dan dihargai karena mengandung hak cipta.
2. Tidak Meningkatkan Kemampuan Berbahasa
Meskipun Chat GPT bisa membantu dalam meningkatkan keterampilan bahasa, tetapi jika ketergantungan dalam menggunakannya, bisa mempengaruhi kemampuan sahabat untuk menghasilkan tulisan yang orisinal dan berkualitas. Ini bisa merugikan sahabat sebagai mahasiswa di jangka panjang, karena kemampuan untuk menghasilkan tulisan yang berkualitas merupakan salah satu keterampilan yang sangat penting dan berguna ketika membuat jurnal, dan lain-lain.
3. Ketergantungan terhadap Teknologi
Jika sahabat terlalu bergantung pada Chat GRT, secara tidak langsung akan membuat kemampuan berpikir kritis dan pemahaman apa yang kamu kerjakan menghilang. Terlalu mengandalkan Chat GRT dalam mencari jawaban atau solusi, dapat mengurangi motivasi untuk mengeksplorasi, menganalisis, dan memecahkan masalah secara mandiri.
Maka dari itu, perlu ada penekanan pemahaman mengenai bagaimana cara menggunakan AI yang baik. Sehingga, AI dapat tetap digunakan secara bijak dan tidak berdampak buruk terhadap etika akademik atau kemampuan berpikir mahasiswa.
Bagaimana Seharusnya Memposisikan dan Menggunakan AI?
Melihat perkembangan AI yang semakin masif dan tidak terbendung, satu-satunya cara yang dapat dilakukan adalah beradaptasi terhadap perkembangan AI itu sendiri.
Sebagai seorang insan akademis, mahasiswa seharusnya perlu paham betul mengenai etika akademik yang harus mereka junjung tinggi. Sehingga, mereka bisa tahu batasan dan tidak “kebablasan.”
Mahasiswa harus paham betul bahwa AI harus diposisikan sebagai sebuah alat pembantu dalam menemukan kebenaran jawaban. Bukan sebagai satu-satunya sumber jawaban, atau bahkan, AI dijadikan sebagai penjoki tugas yang kemudian jawaban dari AI langsung disalin tanpa melakukan verifikasi kebenaran informasi.
Mahasiswa perlu mengerti betul bahwa apa yang disampaikan oleh AI itu tidak selalu benar, sehingga perlu dilakukan verifikasi lanjutan mengenai kebenaran informasi yang dimuat.
Mahasiswa juga harus sadar bahwa ia tidak boleh sampai bergantung pada AI, terutama dalam proses berpikir dan produksi ide. Kesadaran ini harus dibangun bukan tanpa sebab, sangat berbahaya jika mahasiswa sudah sangat bergantung pada penggunaan AI dalam proses berpikir dan produksi ide.
Maka dari itu, seharusnya mahasiswa menggunakan AI sebagai tambahan referensi atau ide ide bukan sebagai penjoki.AI hanyalah alat untuk mencapai tujuan dari empati maupun ide ide manusia, bukan sebagai penentu. Maka dari itu jangan sampai kita dikendalikan oleh AI kita lah yg seharusnya menguasai AI, bukan AI yang menguasai kita.
Komentar
Posting Komentar